Rabu, 13 Oktober 2010

::Simbol Hati Merah Jambu::


Banyak sudah kisah yang kita dengar tentang keajaiban organ ini. Dalam haditsnya, Rasul berkata bahwa jika benda ini baik maka seluruh tubuh akan baik. Ya, inilah dia, hati.

Pernah juga tertangkap olehku bahwa hati itu laksana cermin, sedangkan ilmu bagaikan nur (Cahaya). Berbuat maksiat diibaratkan dengan bernafas di depan cermin. Cermin menjadi kabur, dan cahaya tak akan dapat menembusnya. Akibatnya, ilmu yang kita dapat adalah pengetahuan yang setengah-setengah, jika pun kita mendapatkannya secara total, mungkin kita tidak akan mendapatkan berkah dari pengetahuan tersebut.

Seorang gadis pernah bertanya padaku, apakah kau tahu, mengapa simbol hati yang kita gunakan selama ini adalah daun waru, dua bagian atasnya tumpul, sedangkan bagian bawahnya runcing? Kujawab, ada beberapa analisis tentang ini. Hati terbagi menjadi dua bagian yang simetris, satu sisi menyimbolkan laki-laki sedangkan sisi lain adalah perempuan. Dua sisi ini tidak dapat dipisahkan, jika dipisahkan ia akan menjadi hati yang setengah. Yang tak dapat satu dan menyatu. Ini pertanda bahwa laki-laki membutuhkan perempuan dan sebaliknya. Ketika bagian ini menyatu, jadilah ia sesuatu yang normal, perfect.

Ada hal yang menarik, bentuk tumpul dua buah di atas daun waru adalah simbol bahwa hati memiliki kemampuan untuk saling mengasihi, menyayangi, melebihi dari kemampuan apapun yang ada. Bahkan logika sekali pun. Hal ini diimbangi dengan sisi runcing yang sangat tajam, menunjukkan bahwa hati memiliki potensi untuk saling menyakiti. Jika ini terjadi, hubungan pria dan wanita yang selama ini terjalin, pasti akan porak-poranda.

Hati disimbolkan berwarna merah, selain sebagai simbol bahwa kemampuan hati akan mempengaruhi seluruh bagian tubuh yang dialiri darah, warna merah (berani) juga menyatakan bahwa hati adalah penetralisir yang sangat berani mengorbankan dirinya dalam menetralisir racun yang berbahaya bagi tubuh.

Penggunaan kata heart dan liver juga menjadi salah satu fenomena. Heart digunakan ketika kita berbicara tentang hal-hal yang tidak berhubungan dengan jasad manusia, tepatnya ketika kita berbicara tentang dunia metafisik yang tak dapat terjangkau oleh mata. Ketika dua insan digeluti rasa gelisah tanpa kata saat asmara datang menyatukan mereka. Liver dipakai saat kita bercerita tentang kesehatan, jasad nyata.

Penelitian juga membuktikan bahwa kemampuan menyimpan informasi tidak hanya berada pada otak manusia, tapi ini ada hubungannya dengan hati. Jika sedari dulu orang selalu mencari tau tentang hakikat diri, maka benda ini adalah benda yang paling sulit dijangkau, dalam hubungannya dengan ruh, dengan jiwa, dengan nyawa. Meski tak mampu memahami hati secara penuh, kita dapat merasakan pengaruh hati yang sangat besar dalam hidup. Ketika kita jatuh cinta, hati kita selalu berbunga bak taman bergantung Babilonia. Ketika cinta terpisah, hati kita hancur berkeping, sakit. Ketika kita membenci sesuatu, hati kita mampu membuat kita sesak nafas. Dan ketika kita mendengar lagu-lagu tentang cinta, syair asmara, irama jiwa, hati kita trenyuh, haru biru.

Wahai Yang Membolak-Balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada Agama-Mu.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan