Selasa, 23 Ogos 2011

::KUNYAH LIDAH::

Hey kalian,

Kan si tua itu pernah berkata?

Terlajak perahu bisa diundur.

Terlajak kata, tubuh binasa.

Mengapa kita ini masih tegar?

Cakap lepas, tak butuhkan waras?

Kita ini manusia teroris, askar jadian.

Yang pedang kita lidah tajam.

Yang kata-kata kita sebenarnya lebih sakit dari peluru hidup.

Bila lidah ini jadi defensi mekanisme diri, dibawa pula ke sana ke mari.

Mampuslah, siapa celaka pasti jadi mangsanya.

Aduhai, memanglah lidah sifatnya lembut, lentuk dan basah.

Warnanya comel, semanis merah jambu.

Namun awas, minta semua tolong jangan tertipu!

Kerna lidah itu sifatnya pendusta, favouritenya memfitnah, egonya tinggi jika marah.

Hebat sungguh lidah manusia ini kan?

Hati keras macam batu bisa cair ala’ ABC manis susu sejat,

Jiwa panas macam api neraka bisa sejuk ala’ suhu kutub salju.

Tapi hey, jangan teruja ya.

Kerna lidah manusia jugalah;

Yang bersetia tidak lagi bersetia,

Fitnah dongeng karut jatuhkan semua air muka.

Keji umpat hasut buat kita manusia saling tak tegur sapa,

Caci dan maki sana-sini buat kita sama benci selamanya.

Bila memang cakapnya lepas, tiada apa mampu kamu lakukan.

Yang terluncur takkan bisa mampu ditarik balik,

Yang dah dikata akan terus diperkatakan yang lain.

Andai ada rasa sesal,

Cubalah makan dan telan kata-kata kita sendiri,

Cubalah kunyah lidah masing-masing,

Sampai lumat isinya, sampai hancur uratnya.

Sampai tak ada lagi sendi yang bisa lukakan jiwa manusia.

Mana tahu selepas ini, banyak hati akan lebih terjaga?

-Karya Iskandar Al-Haziq-


p/s: terbaik kata2 die~ ada gak terasa ckit~ tapi itulah kenyataan!


Tiada ulasan:

Catat Ulasan